Mengapa pakaian lembab lebih mudah disetrika?

Februari 2, 2008 at 1:39 pm Tinggalkan komentar

Semua kain (dalam bahasa Kimia biasanya polimer) mempunyai struktur yang sama. Analogi yang baik untuk strukturnya adalah semangkok mie yang telah dimasak dengan tiap untai mie mewakili molekul polimer plastik. Molekul-molekul polimer dalam plastik seperti untai-untai mie saling berbelit. Pada suhu rendah untai-untai molekul itu mengeras dan plastik nampak padat dan rapuh, seperti gelas (barangkali mirip mie yang belum direbus).

Dengan pemanasan, molekul-molekul yang seperti mie dalam plastik tadi mulai meliuk-liuk, dan tergelincir satu sama lain dan akhirnya pada suhu cukup tinggi bergerak dan mengalir serentak. Jadi tidak seperti bahan bukan plastik yang tegas suhu perubahan padat ke cairnya (misalnya es tepat pada suhu 0oC, secara tegas meleleh dari padat ke cair), plastik berubah perlahan dari padatan ke cairan.

Kalau pada bahan non-plastik kita kenal titik leleh (suhu saat perubahan padat menjadi cair), pada bahan plastik dikenal suhu transisi gelas (biasa diberi simbol Tg). Tg adalah suhu saat peningkatan kemudahan-alir plastik mulai terjadi. Nilai Tg bergantung jenis plastiknya dan dapat diturunkan nilainya dengan bahan yang disebut plastisiser.

Contoh nyata dari apa yang kita diskusikan di atas adalah:

  1. ketika kita harus membersihkan sisa permen karet di karpet. Kita telah merasakan sukarnya mengambil sisa permen karet dari karpet tersebut, karena permen tersebut melekat erat dengan karpet. Tapi bila kita dinginkan sisa permen itu dengan es agar berada di bawah Tg-nya, sisa permen tersebut akan pecah seperti padatan biasa.
  2. Kapas adalah polimer alam (berupa selulosa) dengan Tg = 225 oC. Air dapat berfungsi sebagai plastisiser kapas, sehingga dapat menurunkan Tg. Jadi dengan menyemprotkan sedikit air, kerutan pada kain yang terbuat dari kapas lebih mudah dihilangkan. Setelah dingin bentuk kain yang telah hilang kerutnya akan tetap.
  3. Dengan pelan tapi pasti kain katun akan menyerap air dari udara dan kembali ke keadaan lebih plastik dan dengan mudah kusut lagi. Dengan mencampurkan sedikit polimer lain poliester ke poli selulosa, menjadikan daya serap air kain berkurang.
  4. Nilon dan poliester memiliki Tg yang lebih rendah, akibatnya seterika yang digunakan pun tidak perlu terlalu panas.

Nah, ternyata menyetrika akan menjadi logis dengan kimia.

Entry filed under: Artikel. Tags: .

Mengapa sebagian Logam dapat ditempa, sedang lainnya tidak ? Yodium Tidak Rusak atau Hilang dalam Pemasakan..!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terkini

Blog Stats

  • 587 hits

 

Februari 2008
M S S R K J S
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
242526272829  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.